Tentang Semangat

•September 17, 2009 • Leave a Comment

Semangat membela kebenaran harus disertai keterbukaan terhadap kebenaran lainnya. Tanpa itu, semangat hanya akan menjadi ekstremitas. Lalu, pada akhirnya, si pembela kebenaran, akan menjadi penginjak kebenaran.

Syahdan, satu hari, karena kesal terhadap bapak-bapak yang melakukan pelecehan di kereta, seorang pemuda menempelengnya. Keras, tanpa perlawanan.
Itu buruk, salah, dan sampai kapan pun tidak bisa dibenarkan.
Continue reading ‘Tentang Semangat’

Penghapusan Pembukaan UUD ‘45?

•September 17, 2009 • Leave a Comment

Elit Indonesia, nampaknya, lebih mengikuti pemikiran seorang ekonom dua abad lalu daripada tujuan pendirian negara ini.

David Ricardo, 1817, berbicara tentang keuntungan perdagangan melalui comparative advantage pada Principles of Political Economy and Taxation. Sementara Panitia Sembilan berbicara tentang tujuan pendirian Negara Indonesia pada Pembukaan UUD 1945.
Continue reading ‘Penghapusan Pembukaan UUD ‘45?’

Kita bukan Lawan ~Untuk Mahalum dan BEM UI

•August 28, 2009 • Leave a Comment

Jika Tuan anggap dengan beku, Mereka akan diam
Tuan salah

Mereka akan anggap Tuan lebih buruk
dan lidah Mereka, semakin menyala-nyala

Tuan benar, Mereka salah
Tapi bukan dengan beku, Tuan
Bukan dengan beku
Continue reading ‘Kita bukan Lawan ~Untuk Mahalum dan BEM UI’

Seorang Kawan, Si Anak Elang

•August 18, 2009 • Leave a Comment

Kawan, kita tahu, tidak ada legenda yang hidup, dan nyaman, di satu tempat.
Kita ingat Che, Soros, Tan Malaka, atau legenda lain yang bisa kita baca di biografi lusuh atau rapi berplastik. Rasanya, tidak ada satu pun yang hidup nyaman, di satu tempat, pada masa mudanya.
Mereka perlu pergi, mungkin ke Amsterdam, mungkin ke tempat lain.
Continue reading ‘Seorang Kawan, Si Anak Elang’

sebuah titik

•August 10, 2009 • Leave a Comment

Seorang ibu miskin, yang anaknya sekarat dan terancam mati, rasanya lebih penting dari pemegang obligasi negara yang dijanjikan yield. Tapi kita tahu, dunia tidak sesederhana itu.
Continue reading ’sebuah titik’

Kejadian konyol di Studio Foto dan Konflik antar Kelas Marx

•August 3, 2009 • Leave a Comment

Syahdan, eyang Marx bercerita bahwa salah satu konflik yang cukup panjang itu adalah perjuangan kelas antara Buruh dengan Pengusaha, bukan kancil vs petani. Tapi, eyang Marx harusnya menambahkan, jika konflik pengusaha vs buruh bisa merembet ke konflik Pelanggan vs Buruh.
Continue reading ‘Kejadian konyol di Studio Foto dan Konflik antar Kelas Marx’

Political Business Cycle: Tesis Penggunaan BIN menjelang Pemilu dan Bom Kuningan

•August 1, 2009 • Leave a Comment

The only thing we have to fear is fear itself” ungkap Franklin D. Roosevelt pada pidato inaugurasinya. Tidak hanya mengatasi Great Depression, dengan keberaniannya, pemimpin AS tersebut juga membawa bangsanya memenangkan Perang Dunia II.
Continue reading ‘Political Business Cycle: Tesis Penggunaan BIN menjelang Pemilu dan Bom Kuningan’

Terlupakannya nyawa 14 orang Indonesia seharga Rp 25 juta

•August 1, 2009 • Leave a Comment

Ahad lalu, 14 orang tewas dalam sebuah kecelakaan di perlintasan kereta tanpa palang di Klaten. Pada tahun ini, entah sudah berapa puluh, atau mungkin ratus, nyawa hilang di perlintasan kereta sejenis. Dan entah sudah berapa ribu nyawa yang harus dikorbankan pada perlintasan kereta tanpa palang sejak kita menyatakan merdeka, dan percaya bahwa pemerintah negara ini kita bentuk dengan tujuan melindungi segenap rakyatnya. Continue reading ‘Terlupakannya nyawa 14 orang Indonesia seharga Rp 25 juta’

Para’s Prayer

•August 1, 2009 • Leave a Comment

Give me, God, what no one asks for;
I do not ask for wealth
Nor for success, nor even health-
People ask you too often, God, for all that

Give me, God, what no one asks for;
Give me what people refuse to accept from you.

I want insecurity and disquietude,
i want turmoil and brawl,

And if you should give them to me, my God,
Once and for all

Let me be sure to have them always,
For i will not always have the courage
To ask you for them

-Modification Para’s Prayer-

Tribute to Dosen-Dosen Liberal di FEUI

•August 1, 2009 • Leave a Comment

Ada teman yang bilang bahwa kampus saya adalah penyebar ajaran liberal. Ajaran yang kemudian menyengsarakan berjuta rakyat negeri ini.
Berbusa dan semangat ia berbicara, mencela-cela.
Tidak lupa, ia mengangkat kerakyatan yang selama ini diajarkan oleh kampusnya.
Continue reading ‘Tribute to Dosen-Dosen Liberal di FEUI’